Sepertinya bagi beberapa pedagang
“nakal” yang saat ini berjualan dalam wilayah Garut sudah tidak akan
mampu lagi dengan seenaknya mengubah takaran timbangan
mereka, terlebih hal ini ditegaskan dengan diberlakukannya denda yang
berkisar diangka 500 ribu rupiah bagi mereka yang ingin mencobanya.
Upaya ini dilakukan berdasarkan pantauan
petugas yang melakukan razia mendadak dalam area pasar di wilayah
Kabupaten Garut, dan mengejutkan dimana sebagian besar alat timbangan milik para pedagang diketahui dalam kondisi tidak normal.
Inilah penyebab “terungkapnya kecurangan sebagaian pedagang nakal di Garut dalam menimbang dagangan mereka”
Kecurangan para pedagang nakal di Garut
dapat terungkap setelah petugas Dinas Perindustrian Perdagangan
(Disperindag) Provinsi Jawa Barat melakukan sidak terhadap ratusan
pedagang di Garut.
Pemeriksaan rutin satu tahun sekali ini
dilakukan untuk memastikan para pedagang “tidak nakal yang akhirnya
dapat merugikan konsumen”. Pemeriksaan berawal dari laporan masyarakat
yang mengatakan bahwa pedagang acap kali mengubah timbangan seenak perutnya untuk keuntungan mereka, kata Dede Komara petugas Disperindag Provinsi Jawa Barat di Garut.
Dede mengaku jika pihaknya menemukan banyak alat timbangan
yang telah dimodifikasi dimana takaran timbangan direkayasa sehingga
melenceng jauh dari bobot barang dagangan seharusnya. “Pedagang sudah
kami peringatkan terkait masalah ini, kami juga sudah mengembalikan
timbangan ke kondisi normal” ujarnya.
Dia menegaskan “jika masih ditemukan
pedagang yang membandel atau tidak mau memeriksakan timbangannya, maka
akan dikenakan denda sesuai dengan peraturan daerah dengan besaran denda
berkisar 500 ribu rupiah yang telah disesuaikan dengan perda” ucapnya.
Alat timbangan
yang diperiksa terdiri dari berbagai jenis, baik untuk takaran basah
maupun takaran kering. Pemeriksaan alat timbangan oleh Disperindag Jawa
Barat dalam Kabupaten Garut berlangsung selama tiga hari dimana
sasarannya merupakan para pedagang di area pasar tradisional hingga
warung sembako.
Seorang pedagang sembako yang terkena
sidak, Mansur (45) mengaku tidak mengetahui takaran timbangannya dalam
kondisi abnormal. Dia bersikeras tidak pernah memodifikasi alat
timbangannya itu sejak pertama kali dia beli. “Saya tidak tahu kenapa
bisa tidak normal” ungkapnya.
Timbangan hewan ternak digital X-SAGO dengan kerangkeng, “Produk paling laris dari PT. Bumi Mataritama”
Untuk memiliki produk timbangan
yang berkualitas juga bisa anda dapatkan dengan harga terjangkau,
mungkin kami dapat memberikan solusi terbaik melalui produk timbangan
digital yang diman “langsung kami produksi sendiri” seperti timbangan hewan ternak digital
untuk hewan berbobot super besar hingga 2 ton juga timbangan barang
berat yang sangat cocok untuk ekspedisi dan pabrik dengan bobot maksimal
standar 5 ton dengan opsi penambahan bobot custom hingga 10 ton.
Keuntungan membeli produk dengan brand X-SAGO di PT. Bumi Mataritama adalah anda tidak akan menemukan timbangan
palsu dengan kualitas kurang baik sperti dalam akurasi yang lemah
maupun tidak bandel dalam segala aplikasi. Produk yang telah kami
produksi sejak tahun 2000 ini merupakan produk yang telah banyak
digunakan dalam industri peternakan dan manufacturing, bahkan timbangan hewan digital kami telah menjadi rekomendasi terbaik untuk pasar hewan ternak di mata Dinas Peternakan Negara.
Takaran timbangan digital
yang kami produksi sudah terkalibrasi dengan sangat sempurna dengan
akurasi tinggi, tentunya sangat pas selali bagi anda yang mendambakan timbangan bandel berkelas internasional dengan kapasitas super besar.
Timbangan Barang Berat Teknologi Super Canggih dan Bandel “Kap. Maksimal standar 5 Ton Opsi Custom 10 Ton”
Searches related to Timbangan Sapi : harga timbangan sapi, timbangan sapi portable, harga timbangan sapi hidup, timbangan ternak, harga timbangan ternak, harga timbangan sapi digital, daftar harga timbangan sapi hidup, timbangan sapi hidup
Denda 500 Ribu Rupiah Bagi Pedagang Curang di Garut !
Reviewed by a
on
00.11
Rating:

Tidak ada komentar: